MediaTek Helio G95, Chipset Smartphone Gaming Ini Resmi Dirilis
MediaTek Helio G95 chipset smartphone gaming

MediaTek Helio G95, Chipset Smartphone Gaming Ini Resmi Dirilis

Pada hari Kamis (3/09/2020), MediaTek secara resmi telah mengumumkan produk terbarunya yaitu “MediaTek Helio G95” yang merupakan chipset smartphone gaming.

Sebagai penerus dari chipset gaming sebelumnya, MediaTek Helio G95 ini hadir dengan kecerdasan buatan yang maksimal untuk mengatur performa smartphone seperti kelancaran koneksi internet dan juga tampilan/grafisnya saat melakukan streaming video, panggilan video dan yang utamanya adalah memaksimalkan kelancaran saat bermain game.

Menurut Dr. Yenchi Lee, Deputy General Manager, Wireless Communications Business Unit, MediaTek “Segmen smartphone gaming ini terus tumbuh dan berkembang dengan stabil, itu terlihat dengan para pemproduksi perangkat yang terus memberikan berbagai teknologi yang lebih baru dan lebih canggih bagi para penggemar game,”

Spesifikasi yang dibawa oleh Chipste gaming MediaTek Helio G95 ini menggabungkan 2 CPU Arm Cortex-A76 dengan frekuensi hingga 2,05GHz, dan 6 CPU Cortex-A55 yang butuh daya lebih rendah. Untuk grafis, digunakan ARM Mali-g76 MC4 dengan frekuensi hingga 900MHz untuk kinerja core tunggal dan multicore.

👉 TRENDING:  MediaTek Dimensity 900 Akan Hadir Sebagai Chipset 5G Paling Handal di Smartphone Kelas Menengah

Ini adalah chipset teranyar dari lini MediaTek Helio seri G yang memang ditujukan untuk ponsel gaming. Chipset ini ditujukan untuk ponsel premium setara dengan G90 Series dan G95.

Sementara chipset G85, G80 dan G70 ditujukan untuk ponsel game menengah. Untuk MediaTek Helio G25 dan G35 difokuskan pada kategori smartphone mainstream. Chipset ini disebut akan mulai meluncur di pasar global mulai bulan September.

Gaming

Untuk mendukung kegiatan gaming, Mediatek menggunakan teknologi HyperEngine. Ketika sinyal Wi-Fi lemah, teknologi akan bekerja untuk memastikan koneksi tetap lancar. Ia akan melakukan konkurensi Wi-Fi dan LTE agar game tidak nge-lag.

Teknologi juga bisa digunakan untuk menunda panggilan masuk. Sehingga, ponsel tidak akan kehilangan koneksi saat bermain game. HyperEngine juga memastikan pengelolaan cerdas dan dinamis untuk CPU, GPU, dan memori.

Kamera

Chipset ini pun menawarkan peningkatan untuk fitur kamera yang dilengkapi dengan AI agar bisa menangkap foto lebih tajam dengan banyak kamera.

👉 TRENDING:  Apple Mengalami Kendala Pasokan "Chip" Untuk iPhone

Selain itu, chipset ini bisa mendukung konfigurasi multi kamera hingga empat lensa. Kecerdasan buatan untuk pengaturan kamera ini juga sudah terintegrasi.

Chipset ini juga mendukung resolusi kamera hingga 64MP. Teknologi quad-pixel membantu mengambil gambar lebih baik ketika mengambil gambar di malam hari.

Fitur ini juga memiliki engine kedalaman untuk bokeh real-time, AI-FD (engine deteksi wajah cepat & tepat), MFNR, Warping, 3DNR, encoding dan decoding video di 4K 30fps, dengan APU terintegrasi untuk peningkatan kamera AI.

Layar dan tampilan

Selain untuk koneksi game, chip baru MediaTek ini juga memiliki fitur AI Super Resolution. Fitur ini mendukung kualitas video mulai dari resolusi 360p hingga HD 720p

Namun, kapasitas jaringan yang digunakan hanya 75 persen dari biasa tanpa mengurangi kualitas video. Fitur ini berguna untuk memuluskan panggilan dan streaming video di berbagai platform seperti Netflix, Hotstar, Amazon Prime dan TikTok.

👉 TRENDING:  MediaTek Siapkan Chipset Dminsity 600 Untuk Hp 5G

Layar ponsel yang didukung untuk perangkat ini adalah FHD+ 90fps. Untuk tampilan, chipset ini mendukung layar dengan resolusi standar HDR 10. Kualitas ini bahkan bisa ditingkatkan untuk mendekati kualitas HDR10+ secara real-time.

Pengenalan suara

Chip ini juga dilengkapi dengan sebuah DSP (digital signal processing) ultra-low power dan always-on. Chip DSP yang dengan konsumsi daya rendah ini berguna untuk menghemat daya untuk fungsi pengenal suara yang harus sigap menjawab pengguna seperti Google Assistant.

DSP ini juga mendukung pendeteksian kata kunci untuk mengaktifkan pengenalan suara dengan lebih dari satu kata kunci (wake up word).

Sebagai contoh untuk mengaktifkan Google Assistant, pengguna mesti mengucapkan “Ok, Google”. Dengan fitur ini, maka pengguna bisa memilih kata kunci lain untuk mengaktifkan pengenalan suara di ponsel. (sumber: cnnindonesia.com)