Alasan Penting Memiliki Asuransi Jiwa, Ini Jenis, dan Cara Menghitungnya
alasan penting memiliki asuransi jiwa
Asuransi jiwa untuk keluarga(foto: freepik)

Alasan Penting Memiliki Asuransi Jiwa, Ini Jenis, dan Cara Menghitungnya

Salah satu produk asuransi adalah asuransi jiwa yang kini semakin banyak diminati oleh masyarakat.

Proteksi dalam asuransi jiwa dapat menjaga kualitas hidup anggota keluarga, jika karena hal tak terduga, ditinggal pergi selamanya oleh pemegang polis sebagai kepala keluarga.

Tak hanya itu saja, asuransi jiwa juga bisa membantu kamu menyeimbangkan keuangan jangka pendek dan jangka panjangmu. Namun tentu tidak lupa, kamu harus membayar premi asuransi secara rutin sebagai timbal baliknya. Kamu bisa bayarkan per bulan atau sekaligus per tahun.

Karena di pasaran terdapat beragam produk asuransi jiwa yang menarik dan bermanfaat, maka kamu harus cermat memilih jenis produk asuransi jiwa yang tepat.

Untuk memudahkanmu mengetahuinya, mari simak lewat artikel berikut ini!

4 macam asuransi jiwa

life insurance policy
life insurance policy (istockphoto)

Salah satu hal paling penting dimengerti sebelum membeli asuransi jiwa adalah mengenai macam dan benefit yang akan kamu terima.

1. Asuransi Jiwa Berjangka (Term Life Insurance)

Jenis asuransi jiwa ini sangat cocok untuk kamu yang menginginkan asuransi dengan manfaat perlindungan pada jangka waktu tertentu.

Opsi jangka waktu perlindungan yang diberikan pun cukup lama. Antara 15, 20, 25 tahun, atau bahkan lebih. Hal itu disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat.

Asuransi ini juga cocok untuk orang-orang di usia muda atau yang memiliki kondisi sehat dan bugar. Transaksi yang dilakukan juga tidak sulit. Kamu dapat menentukan sendiri jumlah premi bulanan sesuai dengan pemasukan kamu.

Meskipun demikian, premi yang sudah dikumpulkan ke dalam asuransi berjangka ini akan hangus pada saat kontrak sudah habis.

Biaya premi juga akan bertambah jika kamu berniat untuk melakukan perpanjangan kontrak asuransi. Itulah sebabnya harga penawaran asuransi jenis ini tergolong sangat terjangkau.

2. Asuransi Jiwa Seumur Hidup (Whole Life Insurance)

Jenis asuransi ini cocok untuk kamu yang ingin melakukan investasi kesehatan jangka panjang. Mengapa? Karena setiap premi yang dibayarkan ke dalam tabungan asuransi akan terus meningkat dan dapat diambil sewaktu-waktu.

Batas umur untuk mendapatkan manfaat dari asuransi ini umumnya hingga usia 100 tahun. Ketika tertanggung meninggal dunia dan belum pernah melakukan klaim, seluruh premi yang sudah dibayarkan kepada asuransi akan dikembalikan seutuhnya.

Seiring berjalannya waktu, ada kemungkinan bagi penerima manfaat untuk membayar premi dengan jumlah yang cukup besar pada usia tertentu. Hal ini karena kebutuhan perlindungan yang dibutuhkan juga sangat banyak.

3. Asuransi Jiwa Dwiguna (Universal Life Insurance)

Sesuai dengan namanya, jenis asuransi memberikan dua manfaat sekaligus. Dua manfaat tersebut merupakan manfaat dengan jangka waktu tertentu, serta manfaat tabungan yang sudah dibayarkan melalui premi.

Jenis asuransi ini juga tergolong sangat fleksibel, lho. Bagaimana tidak? Sebagai pemegang polis, kamu dapat menggunakan tabungan tersebut kapanpun yang kamu mau.

4. Asuransi Jiwa Unit Link (Variable Life Insurance)

Asuransi jenis ini sangat cocok untuk kamu yang masih pemula, namun ingin melakukan proteksi dini terhadap diri sendiri atau keluarga melalui asuransi.

Asuransi ini memberi kamu kesempatan untuk melakukan investasi yang tidak jauh berbeda dengan investasi murni.

Jumlah premi yang akan diberikan untuk investasi tidak dimasukkan ke dalam pasar saham sekaligus, melainkan melalui sub akun dari perusahaan asuransi.

Selain itu, hasil investasi akan selalu dipengaruhi oleh pergerakan pasar saham. Pastinya ini akan menghasilkan jumlah yang tidak menentu alias fluktuatif.

Cara menghitung premi asuransi jiwa

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah mengetahui terlebih dahulu besaran uang pertanggungan yang kamu butuhkan. Caranya juga cukup mudah, lho. Kamu bisa berpedoman pada rumus berikut.

Jumlah Premi:

Tarif Premi x Jumlah Pertanggungan

Dalam menghitung besaran premi masing-masing individu tidak bisa diseragamkan. Setiap perusahaan biasanya memiliki kalkulator preminya masing-masing.

Untuk itu, jangan sungkan mengkonsultasikannya kepada perusahaan asuransi secara langsung. Langkah tersebut dilakukan agar kamu mendapatkan informasi yang akurat.

Besaran premi asuransi jiwa

Besaran premi yang harus kamu bayarkan berbeda-beda dari setiap jenis asuransi yang dipilih.

Pasalnya, dipengaruhi dari beberapa faktor berikut:

1. Tipe asuransi

Cara menghitung besaran biaya premi yang harus dikeluarkan adalah dengan mengetahui tipe asuransi. Kamu bisa menggunakan kalkulator jenis asuransi jiwa yang akan membantu kamu menentukan pilihan asuransi yang tepat.

2. Jangka waktu

Jangka waktu akan menentukan besar kecil premi. Misalnya, premi untuk perlindungan 10 tahun lebih rendah dibanding 20 tahun.

3. Usia

Makin muda kamu memiliki asuransi jiwa, maka akan makin terjangkau premi yang harus kamu bayarkan.

4. Jumlah Uang Pertanggungan

Semakin banyak jumlah uang pertanggungan yang kamu butuhkan, maka akan lebih besar pula premi yang harus kamu bayarkan. Sebagai contoh, UP Rp1 miliar tentunya butuh premi lebih besar daripada UP Rp500 juta.

5. Kondisi Kesehatan

Sebelum memiliki asuransi, perusahaan asuransi biasanya akan menanyakan riwayat kesehatan atau gaya hidup kamu seperti kebiasaan merokok, melakukan olahraga ekstrim dan pernah mengidap penyakit serius atau menjalani operasi.

Jika satu atau dua kondisi itu pernah kamu alami, premi asuransi kamu biasanya akan lebih tinggi karena meningkatnya risiko serangan penyakit.