Hacker Bisa Bobol iPhone Kamu Dari Jaringan WiFi, Ini Cara Mengatasinya!
Google Project Zero

Hacker Bisa Bobol iPhone Kamu Dari Jaringan WiFi, Ini Cara Mengatasinya!

Google Project Zero yang melakukan penelitian terhadap iPhone telah menemukan celah / Bug yang memungkinkan Hacker bisa bobol iPhone dan mengambil alih hanya dari jaringan WiFI saja.

Yang paling membahayakan itu jika gali lebih dalam ternyata si penjahat siber bisa mencuri email, foto, pesan, atau bahkan mengakses kamera dan mikrofon di iPhone kamu. Seperti informasi yang diberikan oleh laman Mirror, Sabtu (5/12/2020), cacat tersebut ditemukan melalui teknologi Apple Wireless Direct Link yang dikerjakan oleh seorang peneliti Google Ian Beer.

Teknologi yang digunakan untuk penelitiannya ini menggunakan WiFi untuk memungkinkan pengguna mengirim file dan foto antar iPhone melalui AirDrop. Nah yang ditemukan oleh Ian Beer adalah celah/Bug pada kerusakan memori di kernel iOS, dari situlah para hacker bisa membobol iPhone kamu dan mengaksesnya dari jarak jauh dengan jaringan WiFI, tanpa perlu interaksi pengguna sama sekali.

👉 TRENDING:  Cek IMEI iPhone? Begini 5 Cara Mengetahuinya

Untungnya, Ian Beer tidak menemukan bukti bahwa serangan itu telah dieksploitasi. Pihak Apple juga sekarang sudah memperbaiki masalah tersebut.

Niamh Muldoon, Direktur Senior Trust and Security di OneLogin, mengatakan meskipun kemungkinan jenis serangan ini berpeluang rendah untuk digunakan secara luas, itu berfungsi sebagai seruan agar target bernilai tinggi dan konsumen lebih waspada. “Hanya karena semua data ada di ponselmu sendiri, bukan berarti itu aman,” tambah Muldoon.

Tips Agar iPhone Terhindar Dari Serangan Hacker

Berikut ini ada tips agar terhindar dari serangan hacker dari Muldoon, ia menyarankan untuk menjual iPhone lama dengan cara yang aman saat kamu mendapatkan ponsel baru di musim liburan ini.

👉 TRENDING:  Begini Cara Memindahkan Foto Ke iCloud Library Dengan Mudah

“Memastikan otentikasi dua faktor diterapkan pada semua aplikasi, termasuk tools dan login, nonaktifkan Bluetooth dan GPS bila memungkinkan, terapkan semua pembaruan dan tambalan saat tersedia,” tuturnya.

Ia menilai kepercayaan dan keamanan adalah hubungan bersama antara penyedia teknologi dan individu yang menggunakan teknologi.Jadi, kita harus waspada tentang keamanan seperti perusahaan yang menyimpan data kita,” tambah Muldoon lagi. (sumber: liputan6.com)