JAKARTA – Pemerintah semakin mengandalkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk menentukan kondisi sosial-ekonomi masyarakat dan sasaran berbagai program perlindungan sosial.
Salah satu informasi yang kini penting diketahui masyarakat adalah peringkat desil kesejahteraan. Melalui desil, keluarga dikelompokkan berdasarkan kondisi sosial-ekonominya.
Masyarakat dapat melakukan pengecekan melalui layanan resmi Cek Bansos Kementerian Sosial menggunakan NIK KTP.
Apa Itu Desil Bansos?
Secara sederhana, desil membagi keluarga menjadi 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan. Setiap kelompok mewakili sekitar 10 persen keluarga.
Semakin kecil angka desil, semakin rendah posisi kesejahteraan keluarga berdasarkan data sosial-ekonomi yang digunakan pemerintah.
- Desil 1: kelompok 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah.
- Desil 2: kelompok 10–20 persen.
- Desil 3: kelompok 20–30 persen.
- Desil 4: kelompok 30–40 persen.
- Desil 5: kelompok 40–50 persen.
- Desil 6–9: kelompok kesejahteraan berikutnya.
- Desil 10: kelompok 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.
Kementerian Sosial menjelaskan bahwa peringkat kesejahteraan mempertimbangkan berbagai variabel sosial-ekonomi. Karena itu, desil tidak hanya ditentukan berdasarkan pendapatan seseorang.
Cara Cek Desil Bansos 2026 Menggunakan NIK KTP
Masyarakat yang ingin mengetahui informasi bansos dan desil dapat menggunakan layanan resmi Cek Bansos Kemensos.
Berikut langkah-langkahnya:
- Siapkan KTP.
- Buka situs resmi Cek Bansos Kemensos di cekbansos.kemensos.go.id.
- Masukkan 16 digit NIK sesuai KTP.
- Masukkan kode keamanan atau captcha yang tersedia.
- Jika kode sulit dibaca, gunakan tombol untuk mendapatkan kode baru.
- Klik CARI DATA.
- Periksa informasi yang ditampilkan sistem.
Penting: gunakan hanya website resmi pemerintah. Hindari memasukkan NIK, nomor KK, foto KTP atau data pribadi lainnya ke situs yang tidak dikenal.
Desil Berapa yang Bisa Mendapat Bansos?
Berdasarkan penjelasan pada layanan Cek Bansos Kemensos, Desil 1 sampai Desil 4 atau kelompok 40 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan terbawah dapat diusulkan untuk program seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako.
Sementara itu, Desil 5 dapat diusulkan untuk program Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).
Namun perlu dipahami bahwa masuk Desil 1–4 tidak otomatis membuat seseorang menerima seluruh jenis bansos.
Setiap program mempunyai persyaratan, proses verifikasi, kuota, serta mekanisme penetapan penerima masing-masing.
Bagaimana Jika Desil Tidak Sesuai Kondisi Ekonomi?
Misalnya seseorang merasa kondisi ekonomi keluarganya termasuk kurang mampu, tetapi setelah dicek ternyata berada pada desil yang lebih tinggi.
Masyarakat tidak perlu langsung menganggap data tersebut berlaku selamanya.
Kementerian Sosial menjelaskan bahwa peringkat desil bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti pemutakhiran kondisi sosial-ekonomi keluarga.
Apabila data dinilai tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, masyarakat dapat mengajukan pembaruan melalui desa/kelurahan dan Dinas Sosial atau menggunakan mekanisme yang tersedia pada Aplikasi Cek Bansos.
Data yang diperbarui selanjutnya dapat digunakan dalam proses penghitungan kembali peringkat kesejahteraan sesuai mekanisme pemerintah.
Kenapa Desil Bansos Sekarang Penting?
Desil menjadi semakin penting karena pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis untuk meningkatkan ketepatan sasaran program perlindungan sosial.
DTSEN memuat informasi mengenai kondisi sosial, ekonomi, serta peringkat kesejahteraan individu dan keluarga.
Data tersebut dibentuk melalui integrasi berbagai basis data pemerintah, dipadankan dengan data kependudukan dan diperbarui secara berkala.
50 Juta Warga Desil 1–5 Masuk Sasaran Sistem Perlindungan Sosial Digital
Pemerintah juga tengah mempersiapkan transformasi digital dalam penyaluran perlindungan sosial.
Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah sekaligus Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan sekitar 50 juta warga dalam kelompok desil 1–5 menjadi sasaran awal sistem perlindungan sosial digital.
Pemerintah menargetkan penguatan dan peluncuran sistem digital tersebut dilakukan mulai Oktober 2026, sedangkan uji coba penyaluran bantuan sosial langsung melalui rekening penerima direncanakan mulai kuartal I 2027.
Digitalisasi tersebut diharapkan membuat penyaluran bantuan lebih transparan, tepat sasaran serta mengurangi peluang penyimpangan.
Namun masyarakat perlu membedakan antara masuk kelompok sasaran sistem digital dengan ditetapkan sebagai penerima bansos tertentu. Keduanya tidak selalu berarti hal yang sama.
Waspada Situs Cek Bansos Palsu
Karena proses pengecekan berkaitan dengan data pribadi seperti NIK, masyarakat harus berhati-hati terhadap website, pesan WhatsApp, tautan media sosial atau aplikasi yang mengatasnamakan pemerintah.
Website resmi pengecekan bansos Kemensos adalah:
https://cekbansos.kemensos.go.id/
Jangan memberikan PIN ATM, password mobile banking, kode OTP ataupun informasi rahasia perbankan kepada pihak yang mengaku dapat membantu pencairan bansos.
Kesimpulan
Masyarakat kini dapat mengecek informasi bansos dan desil kesejahteraan melalui layanan resmi Cek Bansos Kemensos menggunakan NIK KTP.
Jika hasil desil tidak sesuai dengan kondisi ekonomi keluarga sebenarnya, tersedia mekanisme untuk mengusulkan pembaruan data.
Yang terpenting, jangan menganggap Desil 1–5 otomatis berarti pasti menerima uang bansos. Desil merupakan salah satu bagian dari pemetaan kesejahteraan, sedangkan penetapan penerima tetap mengikuti persyaratan masing-masing program.
Bagikan informasi ini kepada keluarga dan tetangga agar mereka mengetahui cara mengecek desil melalui kanal resmi dan tidak tertipu situs bansos palsu.
Sumber: Kementerian Sosial RI, Cek Bansos Kemensos, DTSEN, dan pemberitaan ANTARA mengenai transformasi digital perlindungan sosial.
TEKNO BANGET Berita Teknologi Review Laptop Komputer Gadget,Smartphone, Handphone,Gratis Download Games, Aplikasi, Software, Tutorial,Tips Trick Internet
