Cara Daftar Perguruan Tinggi Negeri Lewat Jalur Mandiri
Cara Daftar Perguruan Tinggi Negeri Lewat Jalur Mandiri

Cara Daftar Perguruan Tinggi Negeri Lewat Jalur Mandiri

Banyak yang berfikir bahwa cara daftar Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lewat jalur mandiri itu butuh biaya yang mahal, tepi ternyata cara berfikir itu salah. Mau tau apa alasannya?

Seperti yang diungkapkan oleh postingan akun facebook/raihana.amatullah.507 tentang ulasan cara daftar PTN lewat jalur mandiri, bahwa ada juga jalur mandiri yang nggak pakai uang pangkal. Berikut ini detail ulasannya

Daftar PTN Jalur Mandiri

Beruntunglah, anak-anak sekarang ketika akan memasuki dunia kampus negeri (PTN-perguruan tinggi negeri) mereka bisa menjajal kemampuan lewat banyak jalur. Ada jalur prestasi, jalur undangan, jalur rapor, SNMPTN, SBMPTN, dan jalur Mandiri.

Jalur Mandiri pada saat daftar ke Perguruan Tinggi Negeri memang seperti the final challenge, jika sebelumnya tak lolos jalur-jalur lain. Kadang jalur Mandiri sering dikenal sebagai jalur mahal karena selain lulus tes, juga diharuskan membayar uang pangkal dengan nama macam-macam tergantung institusinya.

Misalnya Uang Pengembangan Institusi, Dana Pengembangan dan masih banyak lagi istilah lainnya. Besarannya beragam kisaran 20 juta sampai 200 juta tergantung program studi.

Maka sebagai ortu yang baru pertama kali mau kuliahin anak, saya sangat kepo soal jalur mandiri ini karena menyangkut rencana merogoh kocek keluarga yang harus diperhitungkan dan kalkulasikan.

5 Poin Penting Proses Daftar PTN

Logo universitas perguruan tinggi negeri

Lewat tulisan ini, saya nggak bermaksud menggurui, sekadar sharing saja pengalaman saat mendampingi anak mewujudkan mimpinya masuk PTN. Bagi saya, ini juga tantangan untuk belajar menyimpulkan sehingga bisa dievaluasi ketika nanti mendampingi adiknya saat lulus SMA. Dan, siapa tahu berguna juga buat teman2 yang tahun depan anak2nya mau kuliah.

Pertama

Upayakan target anak2 kita bisa lulus UTBK/SBMPTN jika belum mendapat kesempatan jalur undangan atau prestasi. Basic pemilihan jangan pada nama kampusnya tapi peminatan akan jurusan dan program studi, sehingga di kampus mana pun insyaallah mereka semangat untuk mempelajari ilmu. Lulus UTBK dijamin hanya membayar UKT saja (Uang Kuliah Tunggal) tanpa uang pangkal. Besarannya dari 100 rb s.d 20 juta beda2 tiap kampus dan prodinya.

Kedua

Seandainya mereka tak lolos UTBK jangan putus asa, masih ada jalur Mandiri . Jalur Mandiri artinya tes yang dilakukan sendiri oleh pihak kampus masing-masing. Ibaratnya, kalau UTBK pakai standar nasional dalam pembuatan soal, tapi kalau mandiri berdasarkan standar perguruan tinggi masing2. Soalnya bisa lebih sulit bisa juga lebih mudah tergantung kampusnya.

Ketiga

Biarpun jalur mandiri identik dengan uang pangkal (biaya pengembangan) tetapi ada juga kampus-kampus yang jalur mandirinya membebaskan uang pangkal hanya UKT saja. Setidaknya ada beberapa universitas yang bisa dicatat tanpa uang pangkal (untuk S1 Reguler nya), misalnya:

  1. Universitas Indonesia (UI)
  2. Universitas Gajah Mada (UGM)
  3. Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
  4. Universitas Sriwijaya (UNSRI)
  5. Universitas Islam Negeri (UIN) di seluruh Indonesia: misal UIN Jakarta, UIN Gunungjati Bandung, UIN Walisongo Semarang, dsb. UIN adalah universitas di bawah kepemilikan dan pengawasan Kementerian Agama.

Tentu saja ini bisa jadi rekomendasi orang tua untuk mengambil jalur mandiri di sana tetap dengan kesiapan mengikuti tes juga.

Keempat

Meskipun ujian mandiri, tapi sebagian besar PTN tetap mensyaratkan skor UTBK. Artinya untuk ikut tes mandiri semua peserta wajib ikut UTBK sebelumnya, mau lulus atau tidak lulus karena skor UTBK dilihat sebagai bahan pertimbangan.

Saya kemarin ngobrol sama seorang ibu katanya saat SBMPTN pilihan anaknya yakni Kedokteran UI nggak lolos karena passing gradenya 700 sekian sementara skor anaknya 695, pilihan keduanya lolos di PT lain tapi kurang ia minati akhirnya ia mencoba lagi ikut Simak UI, dan lolos pada FMIPA UI.

Kelima

Perhatikan jadwal tes mandiri dan pengumumannya. Ada yang beririsan waktunya dengan tes mandiri di tempat lain. Juga terkait pembayaran UKT kampus lain kapan batasnya.

Seleksi Masuk Universitas Indonesia

Simak UI singkatan dari Seleksi Masuk Universitas Indonesia. Ini nama jalur mandirinya UI. Adanya jalur Simak UI juga memungkinkan mahasiswa yang meskipun sudah lolos di SBMPTN ikut menjajal kemampuan kembali demi mendapatkan program studi utama yang dicita-citakan. Ini sah-sah saja nggak ada larangan tertulis untuk mencoba tes mandiri bagi yang sudah lulus.

Misalnya, sewaktu mengambil SBMPTN, anak saya memang sengaja tidak memilih UI pada pilihan program studinya. Ia memilih UNDIP dan UIN, karena merasa lebih besar peluang lolos daripada memaksakan diri pilih UI.
“UI nanti saja ikut yang jalur Mandiri,”katanya. Ternyata itu memang sudah dirancang dan direncanakannya dan strategi yang sepertinya sudah diajarkan di bimbel sekolah.

Dan alhamdulillah UIN-nya dapat, sehingga melegakan dan memengaruhi animonya ketika mengikuti Simak UI, karena lebih santai. Jika lolos alhamdulillah, tidak pun nggak masalah, sudah dapat kampus. Ia tetap mengurus segala pendaftaran di UIN sambil menunggu jadwal Ujian SIMAK UI tiba. Kami pun belum membayar karena kebetulan limit waktunya masih panjang sesudah pengumuman SIMAK.

Hingga alhamdulillah, ternyata rizki Allah memang sedang ia terima pas pengumuman 14 Juli lalu, jalur mandirinya yakni Simak UI diterima. Sebanyak 5.299 (dari 47.427 pendaftar) calon mahasiswa yang telah mengikuti ujian SIMAK UI tahun 2022 dinyatakan lolos sebagai calon mahasiswa baru UI untuk jenjang D3 sampai dengan S1.

Pada SIMAK UI tahun ini, program studi yang paling diminati oleh peserta untuk jurusan IPA adalah Pendidikan Dokter, Pendidikan Dokter Gigi, Sistem Informasi, Kesehatan Masyarakat, dan Ilmu Komputer. Sedangkan pada program studi (prodi) rumpun sosial humaniora yang paling banyak peminatnya adalah Ilmu Hukum, Psikologi, Manajemen, Ilmu Komunikasi, dan Akuntansi.

Mengetahui besarnya presentase peminatan penting karena jadi bisa memprediksi daya saing prodi tersebut.
Ada beberapa alasan yang bisa dipertimbangkan untuk bisa ikut Simak UI:

1. Daya tampung. Misal, Untuk Psikologi daya tampung jalur Simak cukup besar yakni 95 orang sementara SNMPTN 38 orang dan SBMPTN 57 orang. Jadi cermati daya tampung prodi intuk tiap2 jalur, biasanya diketahui lewat website/googling.

2. Jika mengambil prodi yang sama seperti saat SBMPTN peluang diterima lebih besar, karena skor UTBK saat SBM juga diperhitungkan. Misalnya seperti rekan anak saya, waktu UTBK ambil Ilmu Kedokteran Unsri dan lolos lalu ia mencoba ikut Simak UI pun lolos di Kedokteran juga. Yang penting, jangan sampai sudah lolos UTBK di UI ambil Simak lagi dengan alasan nggak cocok jurusan, itu nggak bakal diterima (berdasarkan info).

3. Yang jelas, meskipun Mandiri, statusnya tetap sama seperti S1 Reguler jalur lainnya bayar UKT saja per semester tanpa ada biaya pengembangan kampus atau uang pangkal. Perlu diketahui S1 di UI juga ada Non Reguler yang dinamakan S1 Paralel dan S1 Internasional itu beda biayanya karena tetap ada uang pangkal.

Namun, untuk lolos Simak UI juga bukan perkara gampang karena menurut beberapa orang yang pengalaman ikut dan kasih testimoni, soal Simak UI itu lebih sulit dari UTBK. Hal itu yang membuat saya legawa seandainya pun anak saya tidak lolos, ikhtiar sebisanya saja.

Menurut mereka, soal2 Simak banyak bersifat analitik (penalaran) dan tes bahasa Inggrisnya hampir mirip atau setara tes TOEFL dengan minimum lulus skor 500. Hal ini diupayakan UI (katanya) untuk menyiapkan dan membiasakan mahasiswa dalam proses kuliahnya nanti di mana banyak menggunakan literatur berbahasa Inggris.

So, memang harus banyak latihan khusus soal-soal SIMAK.

Demikianlah ulasang lengkap dari akun facebook yang menjelaskan bagaimana Cara Daftar Perguruan Tinggi Negeri Lewat Jalur Mandiri tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.