Kabar Baik! Soekarno-Hatta dan Sejumlah Bandara Kembali Dibuka Usai Abu Vulkanik Anak Krakatau Menjauh

JAKARTA – Kabar baik datang bagi masyarakat dan calon penumpang yang terdampak gangguan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan sejumlah bandara lainnya mulai kembali beroperasi setelah hasil pemantauan menunjukkan kondisi membaik dan abu vulkanik tidak lagi terdeteksi di beberapa lokasi.

Sebelumnya, aktivitas Gunung Anak Krakatau dan penyebaran abu vulkaniknya menyebabkan penutupan sejumlah bandara sebagai langkah mitigasi keselamatan penerbangan.

Soekarno-Hatta Empat Kali Negatif Abu Vulkanik

BMKG melaporkan bahwa pengujian menggunakan paper test di Bandara Soekarno-Hatta menunjukkan hasil negatif abu vulkanik sebanyak empat kali berturut-turut.

Selain Soekarno-Hatta, hasil negatif juga sempat dilaporkan di Bandara Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara dan Budiarto Curug.

Meski hasil pengujian membaik, pemerintah sebelumnya tidak langsung membuka seluruh bandara. Perubahan arah angin dan kemungkinan kembalinya sebaran abu menjadi salah satu pertimbangan utama karena abu vulkanik dapat membahayakan mesin dan sistem pesawat.

Penerbangan Jakarta Mulai Kembali Beroperasi

Perkembangan terbaru pada Selasa, 8 September 2026, menunjukkan penerbangan dari dan menuju Jakarta mulai kembali berjalan setelah penutupan selama sekitar dua hari.

Bandara Soekarno-Hatta bersama beberapa bandara lainnya telah dibuka kembali setelah kondisi abu membaik. Namun, proses pemulihan penerbangan tidak serta-merta berlangsung normal karena pemeriksaan pesawat, penyesuaian jadwal, serta penanganan penumpang terdampak masih dilakukan.

Gangguan akibat erupsi Anak Krakatau sebelumnya berdampak sangat besar. Sekitar 341 ribu penumpang terdampak dan hampir 3.000 penerbangan mengalami gangguan, baik berupa pembatalan maupun perubahan jadwal.

Beberapa Bandara Masih Memerlukan Pengawasan

Status setiap bandara dapat berbeda dan terus berubah mengikuti kondisi abu vulkanik serta hasil evaluasi keselamatan penerbangan. Karena itu, masyarakat yang akan melakukan perjalanan udara disarankan mengecek informasi terbaru dari maskapai dan otoritas bandara sebelum berangkat.

BMKG juga terus memantau pergerakan abu vulkanik. Perubahan arah angin menjadi faktor penting karena dapat mengubah arah penyebaran abu dalam waktu relatif cepat.

Anak Krakatau Masih Aktif

Dibukanya kembali sejumlah bandara bukan berarti aktivitas Gunung Anak Krakatau telah berakhir. Gunung api tersebut masih berada dalam status Siaga atau Level III dan aktivitas erupsi masih terpantau.

Masyarakat juga diminta tetap mengikuti rekomendasi resmi pemerintah serta tidak beraktivitas di dalam radius bahaya yang telah ditetapkan.

Kembalinya operasional Soekarno-Hatta tentu menjadi kabar melegakan bagi ratusan ribu penumpang. Namun keselamatan tetap menjadi prioritas, sehingga jadwal penerbangan berpotensi membutuhkan waktu untuk kembali sepenuhnya normal.

Apakah penerbangan Anda ikut terdampak erupsi Anak Krakatau? Bagikan pengalaman Anda di kolom komentar.