Home / Apps / WhatsApp Perbaiki Masalah Besar untuk Android dan iPhone
WhatsApp Perbaiki Masalah Besar untuk Android dan iPhone

WhatsApp Perbaiki Masalah Besar untuk Android dan iPhone

TEKNO BANGET, Apps – WhatsApp baru saja memperbaiki masalah besar yang mempengaruhi pengguna layanan Android dan iPhone melalui layanan pesan yang dipuji tersebut. WhatsApp merupakan platform kirim pesan yang dimiliki Facebook, sebuah raksasa jejaring sosial yang sangat populer. Bahkan, WhatsApp dianggap sebagai layanan chatting yang paling sering dikunjungi di seluruh dunia.

Antarmuka yang sederhana dari perangkat lunak dan sejumlah fitur tentu saja bertanggung jawab untuk keberhasilan yang dibawa. Namun baru-baru ini, ternyata aplikasi tersebut telah diganggu oleh kerentanan besar. Peneliti keamanan untuk Project Zero Google, Natalie Silvanovich, mengumumkan apabila WhatsApp mengalami gangguan pada akhir Agustus.

Dia menjelaskan jika sebuah “memory corruption bug” hadir dan dapat terjadi jika pengguna menjawab panggilan telepon dari “malicious peer”. Silvanovich juga menambahkan apabila hasil akhir dari bug tersebut adalah bahwa perangkat tersebut akan “crash dalam beberapa detik”. Dan untuk menunjukkan kerentanan serius yang ada, ia bahkan memposting kode untuk mereproduksi masalah tersebut.

Penemuan itu menyebabkan Tavis Ormandy, seorang peneliti kerentanan di Google, menyatakan bahwa masalah itu dapat “sepenuhnya membahayakan untuk WhatsApp”. Dia mengatakan jika “Ini merupakan masalah besar. Hanya menjawab panggilan dari penyerang bisa sepenuhnya membahayakan WhatsApp.”

Silvanovich bersikeras bahwa perangkat Android dan iOS terpengaruh. Namun untuk WhatsApp Web, layanan online yang memungkinkan pengguna untuk melakukan percakapan dengan teman dan keluarga, tidak terganggu oleh bahaya tersebut. Dan kini, menurut Silvanovich, WhatsApp telah  memperbaiki bug tersebut. “Masalah ini telah diperbaiki pada 28 September untuk platform Android dan pada 3 Oktober untuk pengguna iPhone.” lanjut Silvanovich.

Namun hingga saat ini, perusahaan milik Facebook tersebut belum berkomentar secara terbuka tentang masalah ini.