fbpx
fitur cuitan baru twitter

Fitur Baru Twitter untuk Kurangi Permusuhan

Saat ini Twitter sedang menguji coba fitur barunya yang memungkinkan para pengguna bisa membatasi pengguna lain yang dapat menanggapi twittan mereka.

Dikutip dari laman Phone Arena, Kamis, 9 Januari 2020, langkah ini diharapkan dapat mengurangi tingkat permusuhan yang dikenal ada di platform Twitter. Eksekutif Twitter, Kayvon Beykpour, mengumumkan fitur baru tersebut dalam pameran teknologi CES 2020 di Las Vegas.

Pengguna yang dipilih untuk menguji fitur baru ini akan dapat memilih satu dari empat opsi ketika memutuskan siapa saja yang dapat membalas cuitan mereka. Keempat opsi tersebut adalah

  • semua orang
  • hanya mereka yang mengikuti penulis cuitan
  • hanya orang yang disebutkan dalam cuitan
  • tidak ada balasan

“Motivasi utama adalah kontrol. Kami ingin penulis mendapatkan lebih banyak kontrol, dan kami berpikir bahwa ada banyak analog tentang bagaimana orang berkomunikasi dalam kehidupan,” ujar Beykpour.

“Saat ini percakapan publik di Twitter terjadi saat Anda mengunggah sesuatu yang dapat dilihat dan dapat dijawab oleh semua orang di dunia, atau Anda dapat melakukan percakapan yang sangat pribadi dalam DM. Jadi, ada spektrum percakapan yang belum kami lihat ada di Twitter,” lanjut dia.

fitur baru twitter

Pada bulan November lalu, Twitter mulai memberi pilihan kepada pengguna untuk menyembunyikan balasan tertentu pada cuitan yang mereka tulis sebagai upaya untuk mencegah adanya debat sengit. Sekarang, Twitter memperketatnya, dengan memberi kesempatan kepada pengguna untuk memblokir pengguna lain agar tidak membalas cuitan mereka.

Fitur baru tersebut akan dimulai sebagai uji coba yang hanya akan diterima oleh pengguna tertentu, dan jika diterima dengan baik, diharapkan fitur tersebut dapat dihadirkan kepada semua pengguna Twitter.

Salah seorang pendiri dan CEO Twitter Jack Dorsey membuat komentar tentang bagaimana meningkatkan “kesehatan” Twitter menjadi prioritas utamanya. Namun Dorsey justru diserang karena tindakan disiplinnya yang dianggap tidak merata.

RawStory melaporkan bahwa sejumlah besar pengguna Twitter mempertanyakan soal mengapa persyaratan layanan Twitter tidak berlaku untuk Presiden Donald Trump yang baru-baru ini mengancam akan melakukan perang terhadap Iran.

Sementara data terbaru belum dirilis, Twitter memiliki sekitar 330 juta pengguna aktif bulanan di akhir kuartal pertama tahun lalu. Angka itu turun dari 336 juta pengguna aktif bulanan yang dihitung selama kuartal pertama 2018. Sumber Artikel : https://tekno.tempo.co/read/1293203/twitter-uji-fitur-baru-untuk-kurangi-permusuhan