Home / Social Media / Facebook Tambah Alat untuk Tekan Intimidasi dan Pelecehan

Facebook Tambah Alat untuk Tekan Intimidasi dan Pelecehan

TEKNO BANGET, Social Media – Seringnya membaca beberapa komentar buruk di Facebook dapat mendatangkan malapetaka psikologis dalam pikiran seseorang. Namun saat ini, raksasa jejaring sosial tersebut akan memberi pengguna lebih banyak cara untuk memerangi pengintimidasian dan pelecehan secara online.

Facebook kini mengatakan jika pengguna akan dapat menyembunyikan atau menghapus banyak komentar sekaligus dengan mengklik menu opsi dari sebuah postingan. Pengguna yang ditandai dapat mengajukan banding atas keputusan tentang penindasan dan pelecehan dengan meminta perusahaan melakukan peninjauan kembali. Raksasa teknologi media sosial ini juga berencana untuk mempermudah orang-orang melaporkan praktek intimidasi maupun pelecehan, dan  memungkinkan mereka untuk melakukannya atas nama teman atau anggota keluarga.

Kepala Keamanan Global Facebook, Antigone Davis, juga mengatakan jika menjadi target perhatian yang tidak diinginkan dapat menjadi tekanan berlebih dan bagi beberapa orang mungkin tidak merasa nyaman untuk melaporkan pelaku intimidasi atau pelecehan.

Fitur baru untuk melaporkan perilaku buruk atas nama teman dan keluarga ini akan tersedia mulai pekan ini. Kemampuan untuk menyembunyikan atau menghapus komentar menggunakan Facebook di komputer desktop maupun perangkat Android juga akan tersedia. Namun untuk aplikasi iPhone dan iPad, akan muncul dalam beberapa bulan mendatang.

Langkah-langkah itu muncul karena Facebook, yang memiliki lebih dari 2 miliar pengguna di seluruh dunia, ingin merangkul dengan cara memerangi pelecehan online serta menyeimbangkan kekhawatiran kebebasan berpendapat. Hal itu memang agak sulit dilakukan dan tidak selalu berjalan dengan baik. Seperti yang muncul dalam beberapa bulan terakhir, saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan para pakar konservatif terkemuka telah menuduh Facebook menyensor suara-suara konservatif saat pemilu AS berlangsung. Namun, Facebook membantah tuduhan tersebut.

Pada bulan Maret, perusahaan-perusahaan teknologi Silicon Valley, termasuk Facebook, bertemu dengan ibu negara AS Melania Trump untuk berbicara tentang bagaimana mereka dapat melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam memerangi pelecehan online ini. Dan sebagai bagian dari upaya anti-pelecehan yang diumumkan, Facebook juga mengatakan akan melakukan pekerjaan yang lebih baik untuk melindungi figur publik dari pelecehan dan penindasan. “Serangan berat” terhadap mereka tidak akan diizinkan dalam beberapa minggu mendatang.

Davis juga menambahkan jika pekerjaan mereka untuk menjaga keamannan seseorang tidak akan pernah berhenti. Ia berjanji jika Facebook akan tetap terus mendengarkan umpan balik tentang bagaimana Facebook mampu membangun alat yang lebih baik untuk meningkatkan kebijakan mereka.